CPU dan VGA telah lama menjadi penentu utama dalam performa sebuah PC, bukanlah hard disk. Namun kapasitas penyimpanan data dari hard disk telah berkembang begitu pesat belakangan ini. Sayangnya tidak diimbangi dengan meningkatnya performa secara signifikan.
Akhirnya Solid State Drive (SSD) mulai hadir sebagai konsumsi bagi publik sejak lima tahun lalu. Meskipun dulu harganya masih sangat mahal untuk dijangkau oleh kalangan publik. Sejak itu, perkembangan kapasitas performa SSD mulai seiring jalan. Perkembangan SSD tidak semulus yang dibayangkan. Namun tak dapat pula disimpulkan secara sederhana bahwa SSD keluaran pertama beberapa tahun silam adalah teknologi yang gagal. Memang terjadi penurunan performa secara drastis seiring dengan penggunaan berat oleh penggunanya. Meski pada saat itu media menuliskan bahwa hasil benchmark SSD sangat memuaskan, namun faktanya dilapangan, performa SSD sangat tidak memuaskan.
Kompatibilitasnya pun waktu itu sangat sering dipertanyakan, menysul banyaknya laporan blue screen (BSOD) pada pengguna SSD. Padahal awalnya pihak vendor menjelaskan bahwa keunggulan SSD adalah bahwa ia memiliki bagian bergerak yang lebih sedikit dibandingkan dengan hard disk magnetik konvensional, sehingga secara fisik seharusnya ketahanannya lebih baik. Banyaknya kegagalan di tahun-tahun awal ini membuat perkembangan SSD menjadi tersendat. Beberapa vendor sempat ragu untuk meneruskan perkembangan SSD. Windows 7 memperkenalkan perintah TRIM untuk membantu mengembalikan performa SSD yang menurun terkait dengan masalah kapasitas penyimpanan datanya. Jika kita membeli SSD yang sudah support TRIM dari Windows, maka sangat kecil kemungkinan SSD tersebut mengalami penurunan performa. Namun masalahnya adalah, apakah SSD sudah cukup layak, dari segi harga dan performa, untuk dapat dikonsumsi oleh pengguna komputer secara global?.

Kembali di tahun 2007, saat SSD 16GB generasi pertama dihargai sekitar $470. Transfer data sekuel maksimalnya sekitar 30MB/s. Saat ini dengan, hargaa $470, kita mendapatkan SSD terbaik dengan kapasitas sekitar 250GB, kecepatan transfer hingga 550MB/s. Ukurannya 15 kali lebih besar, dan 18 kali lebih cepat dibandingkan performa SSD di tahun 2007. Bayangkan 5 tahun ke depan, dengan $470, kita mungkin akan mendapatkan SSD sebesar 4TB dengan kecepatan transfer sebesar 10GB.s.
Kembali mengenai SSD saati ini, SSD menawarkan kecepatan read and write, dan transfer data yang lebih cepat, bahkan hard disk sata tercepat hanya mampu membukukan kecepatan transfer data tiga sepertiga dari kemampuan SSD. Dalam akses acak terhadap IOPS, SSD lebih cepat 100 kali lipat daripada hard disk magnetik.
Sekian penjelasan mengenai SSD, semoga dapat menambah pengetahuan kita mengenai media penyimpanan data yang ada saat ini.
Sumber: Majalah PC Gamer Indonesia Edisi Juli 2012